Tuesday, February 17, 2009

Biostar TA690G vs TA790GX

Saat ini, Biostar telah berkembang menjadi produsen hardware kelas dunia. Hal ini terbukti dengan diterima nya penghargaan TOP20 Taiwan Global Brand in 2008 pada bulan Oktober 2008.
Kali ini, saya mencoba membandingkan 2 mobo keluaran dari Biostar yang berbasis AMD/ATI. Tujuan dari testing ini, ialah untuk mengetahui kehandalan dari chipset ATI Radeon on board untuk menjalankan game-game laris saat ini.
Kedua mobo yang diuji ini ialah dari seri T-Force, yaitu seri yang didesain handal, yaitu diantaranya telah menggunakan solid capacitor, socket monitor lengkap (D-Sub, DVI, HDMI), Gigabit Ethernet, dan 8+2 channel HD Audio.

Mobo yang pertama, TA690G ialah mobo dengan northbridge AMD 690G dan southbridge SB600. Sebagai on board graphic, ditanamkan ATI X1250 dengan max share memory hingga 512 MB. Mobo ini merupakan yang keluaran pertama dari seri T-Force yang berbasiskan chipset dari AMD atau ATI.
Mobo yang kedua, TA790GX 128M ialah mobo dengan northbridge AMD 790GX dan southbridge SB750. Sebagai on board graphic, ditanamkan ATI HD3300 dengan max share memory hingga 512 MB dan onboard 128MB DDR2 Side-Port Memory yang berfungsi sebagai semacam buffer memory untuk onboard graphic.
Berikut adalah daftar lengkap hardware yang digunakan dalam testing berikut ini:Adapun software yang digunakan selama pengujian ini ialah:

Testing dimulai dengan melakukan pengujian dengan 3D Mark06. Adapun parameter yang digunakan ialah sebagai berikut:
  • Resolusi 1024 x 768
  • Anti-Aliasing: none
  • Texture Filtering: optimal
Adapun hasil pengujian, dapat diamati dari tabel yang tertera di bawah ini:
Dari hasil sementara ini, tampak jelas bahwa TA790GX jelas unggul jauh sekali dibandingkan dengan TA690G. Bahkan, dapat dilihat bahwa TA690G sama sekali tidak dapat menjalankan test SM3.0, padahal ini adalah mutlak untuk tuntutan dari game-game 3D saat ini.



Pengujian kedua dilakukan dengan mencoba menjalankan game Need For Speed: Undercover pada kedua mobo ini. Game NFS ini memiliki keunggulan di dalam mendeteksi kemampuan hardware saat loading awal game. Sehingga dengan demikian, game dipastikan selalu dapat dijalankan dengan mulus (frame rate per second >30), walaupun harus mengorbankan kualitas grafis dari game ini.
Secara mengejutkan, NFS dapat diload dengan mulus dan lancar di TA690G. Tetapi, berikutnya sungguh mengejutkan dan mengecewakan, yakni tampilan grafis game NFS dikorbankan habis-habisan untuk mengejar fps dari game ini. Sehingga game NFS tampil seperti game jadul, karena seluruh setting grafis yang ada di arahkan ke setting low atau off.
Sedangkan pada TA790GX, grafis game ini sudah mulai dapat dinikmati (walau masih belum optimal). Tampaknya secara otomatis, engine NFS telah dapat mendeteksi bahwa HD3300 sudah cukup powerfull untuk menjalankan NFS pada setting medium to low.
Detail autodetect setting dari engine NFS, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Pada TA790GX, game NFS jauh lebih nyaman apabila dimainkan dengan tidak mengikuti auto detect setting. Tetapi disarankan untuk mengubah settingnya seperti pada tabel custom. Fps dari game NFS tetap terjaga dan grafis jauh lebih dapat dinikmati keindahannya. Jadi bisa ditarik keseimpulan sementara, bahwa TA790GX layak untuk digunakan memainkan NFS: Undercover.



Game kedua yang saya uji ialah Call of Duty 4 atau yang biasa disingkat dengan CoD4. Game First Person Shooting ini, selama 2 tahun terakhir ini telah cukup populer di kalangan gamer di Indonesia. Tabel di bawah ini menunjukkan hasil pengujian yang telah saya lakukan.

Dari data-data diatas, langsung bisa ditebak, bahwa TA690G, walaupun mampu digunakan untuk memainkan CoD4, tetapi kurang nyaman untuk dimainkan. Karena dengan frame rate hanya mencapai 9-10 frame per second (fps), gerakan-gerakan akan terasa sedikit mengalami freeze.
Sedangkan TA790GX dapat dikategorikan telah mampu digunakan untuk memainkan CoD4. Sebagai informasi, apabila frame rate rata-rata telah lebih dari 21 fps, maka game sudah dapat dimainkan dengan nyaman. Maka karena TA790GX dapat mencapai frame rate 24-26 fps, memang benar bahwa game CoD4 telah dapat dimainkan dengan mulus. Walau dengan kualitas grafis dalam posisi low, game CoD4 ini telah cukup dapat dinikmati (berbeda dengan kondisi low setting di NFS, dimana setting low menyebabkan tampilan grafis seperti game jadul). Karena game First Shooting Person, lebih mengutamakan kecepatan gerakan dan direct action, maka kualitas grafis tidak seberapa mengganggu apabila dibandingkan dengan di NFS.



Game ketiga yang diuji ialah Left 4 Dead. Game yang menggunakan engine HalfLife 2 ini benar-benar fresh, karena baru resmi dirilis Nopember 2008 kemarin. Tetapi walaupun masih terhitung baru, tanggapan online gamers di Indonesia sangat antusias. Genre yang diusung ialah First Person Shooting antara human vs zombie.
Pengujian yang dilakukan, sengaja dipilih dalam map-map yang outdoor. Hal ini dengan pertimbangan bahwa di lingkungan outdoor, lebih banyak poligon dan texture yang harus di render, yaitu dengan keberadaan lingkungan yang dipenuhi dengan pohon-pohon, batu-batuan, dan sebagainya. Dibandingkan dengan indoor, dimana obyek lebih dominan dinding dan perabot, sehingga poligon dan texture jauh lebh sedikit. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tampak bahwa TA690G menampilkan kualitas yang sama seperti pada pengujian dengan CoD4. Jadi kesimpulan yang didapat pun, sama dengan kesimpulan seperti pada uji coba dengan CoD4.
Sedangkan untuk TA790GX, dengan setting grafis low, game telah dapat dimainkan dengan sangat-sangat mulus. Lancar sekali. Tetapi, saat setting grafis dinaikkan ke setting medium dan Anti-Aliasing di set 2x, game L4D mengalami penurunan frame rate. Tetapi hasil yang di dapat ini sebenarnya masih dalam kategori cukup nyaman untuk dimainkan.


Sebagai dasar kesimpulan, TA690G dan TA790GX 128M, ternyata merupakan mobo yang telah merubah image kebanyakan orang, yaitu bahwa mobo dengan VGA on board, sama sekali tidak dapat digunakan untuk memainkan game. Kedua mobo ini, ternyata mampu untuk dipakai ber-gaming.
Khusus untuk TA790GX 128M, adanya memory on board 128MB DDR2 Side-Port Memory, ternyata benar-benar efektif mendongkrak performance grafis dari board ini.
Berikut ini beberapa point kesimpulan dari saya:
  1. Apabila budget terbatas, TA690G dengan harga hardware requirement yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan 3 game yang telah saya uji coba di atas.
  2. Sedangkan kelak apabila telah tersedia tambahan budget, TA690G dapat dipasangi VGA dedicated dengan mudah. Karena mobo ini telah menyediakan slot PCIe kosong. Jadi dengan kata lain, performance grafis dari mobo TA690G ini masih upgradeable.
  3. TA790GX 128M adalah pilihan yang baik untuk investasi jangka panjang. Karena mobo ini telah dapat digunakan untuk memainkan dengan cukup nyaman game-game online yang disediakan oleh private server seperti CoD4 dan L4D. Kelak...jika tuntutan grafis telah semakin berat, sebuah VGA dedicated dapat ditancapkan.
  4. Untuk TA790GX, VGA dedicated yang ditancapkan dapat menjadi lebih powerfull. Yakni apabila fitur ATI Hybrid CrossFireX diaktifkan. Sehingga dengan demikian, VGA dedicated akan langsung bekerjasama dengan on board HD3300. Syaratnya ialah VGA dedicated ini juga harus merupakan produk dengan chipset ATI Radeon. Detail lengkap mengenai teknologi ATI Hybrid CrossFireX dapat dibaca disini.
  5. Fitur ATI Hybrid CrossFireX, hanya dapat dijalankan pada Microsoft Windows Vista dengan DirectX 10. Masalahnya bagi pengusaha gamenet atau warnet, pada saat tulisan ini dibuat, Windows Vista masih belum dapat digunakan untuk mengurus dokumen MSRA (Microsoft Rental Agreement) yang merupakan syarat legalitas sebuah gamenet atau warnet. Tetapi kelak, jika memang Windows XP benar-benar dihentikan support nya, peraturan ini akan berubah.
  6. Mobo TA790GX menuntut penggunaan daya listrik yang besar, apabila dibandingkan dengan TA690G. Pada awal pengujian, kedua mobo ini semuanya menggunakan Power Supply kelas ekonomis merk eRO 480W. Tetapi setelah TA790GX menyala lebih dari 20 menit, tiba-tiba padam dengan sendirinya. Jelas merupakan tanda-tanda kekurangan daya. Setelah dipasangi dengan Power Supply kelas premium merk VenomRX 400W, mobo TA790GX dapat kembali berfungsi dengan normal tanpa ada gangguan apapun hingga pengujian berakhir. Berarti TA790GX secara investasi jelas membutuhkan budget extra untuk membeli power supply kelas premium. Apakah hal ini berkaitan dengan on board HD3300, dimana bahwa HD seri 3 lebih boros daya (apabila dibandingkan dengan HD seri 4), sampai tulisan ini saya buat, saya belum menemukan referensi mengenai hal ini.
  7. Northbridge dari TA790GX yang dipasangi Heatsink besar, ternyata menghasilkan panas >50 derajat. Saran saya, apabila digunakan untuk gamenet atau warnet, sebaiknya ditambahkan extra fan pada Heatsink ini. Sehingga dapat menambah durability atau umur keawetan dari mobo ini, mengingat pemakaian di gamenet atau warnet yang nyaris nonstop.
Kedua mainboard dari Biostar ini, dengan price by performance yang bagus apabila dibandingkan dengan merk-merk lain, merupakan pilihan yang menarik di dalam investasi hardware untuk saat ini. Pengujian ini telah membuka sebuah wawasan baru akan kemampuan on board VGA saat ini.
Akhir kata, testing dari 2 mobo keluaran Biostar yang berbasis chipset AMD/ATI ini dapat terlaksana berkat kebaikan hati Bpk. Aris dari Citrajaya Computer yang telah bersedia meminjamkan kedua hardware tersebut. Terima kasih.

Saturday, January 10, 2009

Power Supply "OKAYA" murahan..???


Sudah 1 minggu ini, router ku didera masalah yang cukup aneh. Sering kali, tanpa sebab yang jelas, router seperti seolah-olah freeze. Aliran data network di layer tcp/ip berhenti total. Tapi anehnya, data di layer udp, masih mau berjalan dengan normal. Repotnya dengan kondisi ini, router sama sekali tidak mau di remote. Aku harus login langsung di depan hardware router, dan melakukan restart.
Terpaksa, aku mengaktifkan router cadangan. Dan router yang bermasalah ini langsung aku bongkar. Ternyata terdeteksi bahwa kipas VGA, yaitu AGP Riva TNT tidak mau berputar sama sekali. Okay, ternyata ada masalah hardware. Cuman aku tetap bingung, apa hubungan antara kipas VGA yang tidak berputar dengan aliran data network. Toch...router sama sekali tidak dalam kondisi hang.
Setelah melumurkan pelumas ke kipas VGA, ku coba untuk menyalakan router ini kembali. Selang 2 jam, kembali kipas ini tidak mau berputar. Aneh juga.
Langsung aku putuskan untuk memasang VGA yang lain. Kali ini kupakai VGA AGP dengan chipset S3 Trio3D/2x. Kembali muncul keanehan baru. VGA S3 yang seharusnya bisa bekerja dengan normal, sama sekali tidak mau bekerja. Muncul peringatan error beep: panjang - pendek - pendek, sebagai tanda bawa VGA error.
Kucoba untuk ganti VGA ini dengan VGA yang lain merk, tetapi masih tetap berbasis S3 Trio3D/2x juga. Muncul keanehan baru. Error beep VGA kembali terdengar, panjang - pendek - pendek, tapi langsung disusul dengan beep pendek tanda mainboard bekerja normal. Loh error apalagi ini???
Kubiarkan router booting dengan normal. Aku cukup kebingungan pada tahap ini. Apa yang salah di sini. Apakah mainboard yang kugunakan pada router ini, yakni ECS K7VZA sudah bermasalah? Atau processor AMD Athlon 2400 yang kupakai sudah tidak beres?
Karena betul-betul tidak ada solusi analisa yang pas. Kucoba saja untuk memasang addon mbmongraph dari BanSolms. Dan hasilnya, kembali muncul keanehan, addon binary mbmon, gagal membaca sensor voltase -12 dan -5 volt. Nah, saat ini aku benar-benar pusing tujuh keliling. Berarti mainboard ECS K7VZA ini kemungkinan bermasalah.
Cuman karena bersangkutan dengan masalah power supply, iseng-iseng, karena kebetulan aku masih menyimpan Power Supply merk ePro 500W, jadi aku putuskan untuk memasang power supply ini.
Kesan pertama begitu menggoda (seperti bunyi iklan saja). Memang saat pertama kali ku nyalakan, beep error langsung hilang, langsung hanya terdengar beep normal. Untuk memastikan, aku langsung kembali memasang VGA AGP S3 Trio3D/2x yang pertama tadi, yang malah tidak mau sama sekali menyala. Dan wow....langsung menyala dengan normal. Segalanya tampak normal dari sekarang ini. Ternyata masalah yang sangat memusingkan ini, cuman gara-gara masalah power supply yang tidak benar.
Memang benar pendapat kalayak umum teknisi komputer, bahwa power supply merk Okaya 450W yang awalnya terpasang pada hardware router ini, benar-benar murah sekaligus murahan. Kualitas komponen di dalam power supply ini telah menunjukkan kelasnya. Kapok berat dech aku membeli power supply merk Okaya...
Tetapi, aku juga tidak terburu beranggapan bahwa power supply merk ePro lebih baik. Hal ini, karena ePro yang kumiliki ialah jenis pada saat pertama kali power supply ini beredar di pasaran. Yakni dikemas dalam kemasan kotak karton berwarna hitam, sangat berbeda dengan gambar kemasan yang aku tampilkan di atas. Gambar kemasan di atas, ialah gambar kemasan ePro saat ini. Power supply merk ePro yang kumiliki jelas memiliki trafo yang besar, karena beratnya >1kg. Sedang ePro yang beredar saat ini, memiliki berat yang ringan. Bahkan bisa dibilang sama beratnya dengan power supply merk Okaya. Sungguh sayang bagi ePro, karena sepertinya demi tuntutan harga murah, kualitas dikorbankan. Duh sungguh sayang....

Wednesday, December 10, 2008

CHKDSK tiap kali WinXP startup

Tentu sebel donk kalau tiap kali menyalakan komputer, selalu harus menunggu cukup lama. Yaitu menunggu system chkdsk berjalan memeriksa error pada harddisk. Lebih sebel lagi, jika error ini tak kunjung dapat diperbaiki oleh chkdsk, sehingga tiap kali booting, selalu chkdsk otomatis jalan.
Berikut ini adalah tahap-tahap cara untuk memperbaiki masalah ini. Bukan hanya sekedar mematikan chkdsk on bootup process, tetapi sekaligus memperbaiki error yang terjadi pada harddisk.
  1. Nyalakan command prompt console, ketik fsutil dirty query e: (asumsi e: ialah nama drive yang bermasalah). Perintah ini berguna untuk memeriksa, apakah masalah pada harddisk ini benar-benar masih terjadi, atau sudah berhasil di perbaiki.
  2. Selanjutnya, matikan saja terlebih dahulu chkdsk pada proses bootup, cukup ketik chkntfs /x e:
  3. Reboot WinXP. Pasti chkdsk sudah tidak akan berjalan secara otomatis lagi saat bootup.
  4. Jika sudah kembali ke windows, nyalakan kembali command prompt console, ketik chkdsk /f /r e: Perintah ini akan memeriksa dan otomatis memperbaiki drive dalam 5 step diagnostik.
  5. Kembali periksa apakah masalah pada harddisk telah selesai, ketik fsutil dirty query e:

That's all. Harddisk kembali sehat, dan bootup lari kencang.

Pindahan Outlook

Saya adalah pengguna Microsoft Outlook. Jika ditanya kenapa? Karena saya butuh syncronisasi dengan kedua mobile phone saya segala data-data yang ada, terutama data-data kontak.
Nah, saat ganti hardware, tentu segala data Outlook harus ikut dipindahkan. Saat tulisan ini saya buat, saya menggunakan Microsoft Outlook 2007.
Untuk memindahkan data-data ini, saya hanya perlu mencari file Personal Storage Folder, yaitu file Outlook.pst yakni file yang menyimpan data-data email, kontak, task dan calendar. File ini tersimpan di:
C:\Documents and Settings\username\Local Settings\Application Data\Microsoft\Outlook\
Cukup hanya satu file ini saja, maka semua data-data Outlook dapat dipindahkan dengan mudah. Caranya ialah:
  1. Membuat profile baru di Outlook yang baru.
  2. Setelah masuk ke dalam Outlook, klik File > Import and Export
  3. Pilih Import from another program or file, lalu klik next
  4. Pilih Personal Folder File (.pst), , lalu klik next
  5. Tekan tombol browse, dan arahkan ke file Outlook.pst dari komputer lama
  6. Import mail langsung ke Personal Folders yang utama.

Tulisan ini berdasarkan pada referensi yang diperoleh dari:
http://support.microsoft.com/kb/287070
Mudah sekali bukan...??


Monday, December 8, 2008

Pindahan Pidgin ke Kompie lain (Win32)

Tulisan ini bermula dari saat aku telah selesai menginstall harddisk kompie ku yg baru dan hendak memindahkan semua log percakapan yang ada. Pidgin yang aku gunakan di sini ialah Pidgin for Win32, yaitu aku install pada system berbasis Microsoft Windows XP. Pada saat tulisan ini aku buat, recent version dari Pidgin ialah version 2.5.2.
Informasi dalam tulisan ini, mengacu pada F.A.Q dari Pidgin, yang dapat dilihat di:
http://developer.pidgin.im/wiki/Using Pidgin
Semua data-data tentang setting, baik setting account, option, alias, dan log percakapan, ternyata tidak disimpan di folder instalasi Pidgin itu sendiri. Melainkan ternyata semua hal ini disimpan di folder:
C:\Documents and Settings\username\Application Data\.purple
Untuk setting account ada di:
C:\Documents and Settings\username\Application Data\.purple\accounts.xml
Untuk setting alias account ada di:
C:\Documents and Settings\username\Application Data\.purple\blist.xml
Untuk log percakapan ada di:
C:\Documents and Settings\username\Application Data\.purple\logs\
Tinggal copy saja semua file-file di atas ke kompie baru yg sudah diinstall Pidgin juga, langsung semuanya akan kembali seperti semula.

Thursday, October 23, 2008

View Hardware Specs on Ubuntu via CLI

Salah satu kesulitan jika memakai Ubuntu versi Server Edition ialah apabila hendak melihat spesifikasi dari hardware yg kita gunakan. Nah, ternyata ada command yang bisa dipakai untuk melihat spesifikasi hardware ini, hingga secara detail. Cukup ketikkan:
sudo lshw
maka seluruh hardware yang terpasang akan di scan dan di outputkan via command line interfaces (cli).
Tetapi terkadang, spesifikasi ini demikian detail hingga terlalu panjang untuk dilihat semua. Nah, ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini.
  • Cara pertama, ialah dengan menampilkan spesifikasi tanpa detail sama sekali. Untuk ini, gunakan perintah berikut:
sudo lshw -short
  • Cara kedua: ialah dengan menampilkan spesifikasi dengan output ke file .html untuk dapat dilihat dengan browser. Tentu saja file .html ini harus dicopy keluar terlebih dahulu dari server ke komputer lain agar bisa dilihat. Atau diletakkan sementara dalam apache, jika ada.
sudo lshw -html > nama_file.html
  • Cara ketiga: ialah dengan melakukan view berdasar kategori class dari spesifikasi hardware. Jadi dengan demikian, info yang didapat tetap detail dan dapat ditampilkan dengan tuntas. Gunakan perintah berikut:
sudo lshw -C nama_class
contoh:
sudo lshw -C cpu -> untuk menampilkan info detail processor
sudo lshw -C disk -> untuk menampilkan info detail harddisk
Mudah sekali bukan....

Friday, October 17, 2008

Ganti port ssh server

Dah lama juga aku gak nulis-nulis di sini.
Background problem:
Port standar dari ssh, yaitu port 22, setahuku selalu menjadi sasaran serangan bagi server-server yang goes online. Selain itu, jika punya lebih dari satu server di belakang firewall, tentu susah juga mengatur tunelling masing-masing server jika memakai port ssh standar.
Solusi problem:
Server yang dipakai ialah Ubuntu Server 8.04 Gutsy Gibbon. Setting ssh server atau ssh daemon, dalam ubuntu server disimpan di lokasi berikut:
/etc/ssh/sshd_config

Setelah merubah port ke port yang tidak terpakai oleh program lain, ssh daemon perlu di restart dengan perintah:
/etc/init.d/ssh restart

Langkah terakhir, yaitu melakukan port forwarding dari ipcop firewall untuk port ini, ke server yang dituju. Tidak perlu membuka external access untuk port ini. Karena external access hanya perlu dilakukan jika akses yang dituju ialah ke ipcop nya sendiri. Sedangkan dalam kasus ini, port ini ditujukan ke server yang ada di belakang ipcop firewall.
That's it.