Saat ini, Biostar telah berkembang menjadi produsen hardware kelas dunia. Hal ini terbukti dengan diterima nya penghargaan TOP20 Taiwan Global Brand in 2008 pada bulan Oktober 2008.Kali ini, saya mencoba membandingkan 2 mobo keluaran dari Biostar yang berbasis AMD/ATI. Tujuan dari testing ini, ialah untuk mengetahui kehandalan dari chipset ATI Radeon on board untuk menjalankan game-game laris saat ini.
Kedua mobo yang diuji ini ialah dari seri T-Force, yaitu seri yang didesain handal, yaitu diantaranya telah menggunakan solid capacitor, socket monitor lengkap (D-Sub, DVI, HDMI), Gigabit Ethernet, dan 8+2 channel HD Audio.
Mobo yang pertama, TA690G ialah mobo dengan northbridge AMD 690G dan southbridge SB600. Sebagai on board graphic, ditanamkan ATI X1250 dengan max share memory hingga 512 MB. Mobo ini merupakan yang keluaran pertama dari seri T-Force yang berbasiskan chipset dari AMD atau ATI.
Mobo yang kedua, TA790GX 128M ialah mobo dengan northbridge AMD 790GX dan southbridge SB750. Sebagai on board graphic, ditanamkan ATI HD3300 dengan max share memory hingga 512 MB dan onboard 128MB DDR2 Side-Port Memory yang berfungsi sebagai semacam buffer memory untuk onboard graphic.
Berikut adalah daftar lengkap hardware yang digunakan dalam testing berikut ini:
Testing dimulai dengan melakukan pengujian dengan 3D Mark06. Adapun parameter yang digunakan ialah sebagai berikut:
Dari hasil sementara ini, tampak jelas bahwa TA790GX jelas unggul jauh sekali dibandingkan dengan TA690G. Bahkan, dapat dilihat bahwa TA690G sama sekali tidak dapat menjalankan test SM3.0, padahal ini adalah mutlak untuk tuntutan dari game-game 3D saat ini.
Pengujian kedua dilakukan dengan mencoba menjalankan game Need For Speed: Undercover pada kedua mobo ini. Game NFS ini memiliki keunggulan di dalam mendeteksi kemampuan hardware saat loading awal game. Sehingga dengan demikian, game dipastikan selalu dapat dijalankan dengan mulus (frame rate per second >30), walaupun harus mengorbankan kualitas grafis dari game ini.
Secara mengejutkan, NFS dapat diload dengan mulus dan lancar di TA690G. Tetapi, berikutnya sungguh mengejutkan dan mengecewakan, yakni tampilan grafis game NFS dikorbankan habis-habisan untuk mengejar fps dari game ini. Sehingga game NFS tampil seperti game jadul, karena seluruh setting grafis yang ada di arahkan ke setting low atau off.
Sedangkan pada TA790GX, grafis game ini sudah mulai dapat dinikmati (walau masih belum optimal). Tampaknya secara otomatis, engine NFS telah dapat mendeteksi bahwa HD3300 sudah cukup powerfull untuk menjalankan NFS pada setting medium to low.
Detail autodetect setting dari engine NFS, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Pada TA790GX, game NFS jauh lebih nyaman apabila dimainkan dengan tidak mengikuti auto detect setting. Tetapi disarankan untuk mengubah settingnya seperti pada tabel custom. Fps dari game NFS tetap terjaga dan grafis jauh lebih dapat dinikmati keindahannya. Jadi bisa ditarik keseimpulan sementara, bahwa TA790GX layak untuk digunakan memainkan NFS: Undercover.
Game kedua yang saya uji ialah Call of Duty 4 atau yang biasa disingkat dengan CoD4. Game First Person Shooting ini, selama 2 tahun terakhir ini telah cukup populer di kalangan gamer di Indonesia. Tabel di bawah ini menunjukkan hasil pengujian yang telah saya lakukan.
Dari data-data diatas, langsung bisa ditebak, bahwa TA690G, walaupun mampu digunakan untuk memainkan CoD4, tetapi kurang nyaman untuk dimainkan. Karena dengan frame rate hanya mencapai 9-10 frame per second (fps), gerakan-gerakan akan terasa sedikit mengalami freeze.
Sedangkan TA790GX dapat dikategorikan telah mampu digunakan untuk memainkan CoD4. Sebagai informasi, apabila frame rate rata-rata telah lebih dari 21 fps, maka game sudah dapat dimainkan dengan nyaman. Maka karena TA790GX dapat mencapai frame rate 24-26 fps, memang benar bahwa game CoD4 telah dapat dimainkan dengan mulus. Walau dengan kualitas grafis dalam posisi low, game CoD4 ini telah cukup dapat dinikmati (berbeda dengan kondisi low setting di NFS, dimana setting low menyebabkan tampilan grafis seperti game jadul). Karena game First Shooting Person, lebih mengutamakan kecepatan gerakan dan direct action, maka kualitas grafis tidak seberapa mengganggu apabila dibandingkan dengan di NFS.
Game ketiga yang diuji ialah Left 4 Dead. Game yang menggunakan engine HalfLife 2 ini benar-benar fresh, karena baru resmi dirilis Nopember 2008 kemarin. Tetapi walaupun masih terhitung baru, tanggapan online gamers di Indonesia sangat antusias. Genre yang diusung ialah First Person Shooting antara human vs zombie.
Pengujian yang dilakukan, sengaja dipilih dalam map-map yang outdoor. Hal ini dengan pertimbangan bahwa di lingkungan outdoor, lebih banyak poligon dan texture yang harus di render, yaitu dengan keberadaan lingkungan yang dipenuhi dengan pohon-pohon, batu-batuan, dan sebagainya. Dibandingkan dengan indoor, dimana obyek lebih dominan dinding dan perabot, sehingga poligon dan texture jauh lebh sedikit. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tampak bahwa TA690G menampilkan kualitas yang sama seperti pada pengujian dengan CoD4. Jadi kesimpulan yang didapat pun, sama dengan kesimpulan seperti pada uji coba dengan CoD4.
Sedangkan untuk TA790GX, dengan setting grafis low, game telah dapat dimainkan dengan sangat-sangat mulus. Lancar sekali. Tetapi, saat setting grafis dinaikkan ke setting medium dan Anti-Aliasing di set 2x, game L4D mengalami penurunan frame rate. Tetapi hasil yang di dapat ini sebenarnya masih dalam kategori cukup nyaman untuk dimainkan.
Sebagai dasar kesimpulan, TA690G dan TA790GX 128M, ternyata merupakan mobo yang telah merubah image kebanyakan orang, yaitu bahwa mobo dengan VGA on board, sama sekali tidak dapat digunakan untuk memainkan game. Kedua mobo ini, ternyata mampu untuk dipakai ber-gaming.
Khusus untuk TA790GX 128M, adanya memory on board 128MB DDR2 Side-Port Memory, ternyata benar-benar efektif mendongkrak performance grafis dari board ini.
Berikut ini beberapa point kesimpulan dari saya:
Akhir kata, testing dari 2 mobo keluaran Biostar yang berbasis chipset AMD/ATI ini dapat terlaksana berkat kebaikan hati Bpk. Aris dari Citrajaya Computer yang telah bersedia meminjamkan kedua hardware tersebut. Terima kasih.
Kedua mobo yang diuji ini ialah dari seri T-Force, yaitu seri yang didesain handal, yaitu diantaranya telah menggunakan solid capacitor, socket monitor lengkap (D-Sub, DVI, HDMI), Gigabit Ethernet, dan 8+2 channel HD Audio.

Mobo yang pertama, TA690G ialah mobo dengan northbridge AMD 690G dan southbridge SB600. Sebagai on board graphic, ditanamkan ATI X1250 dengan max share memory hingga 512 MB. Mobo ini merupakan yang keluaran pertama dari seri T-Force yang berbasiskan chipset dari AMD atau ATI.
Mobo yang kedua, TA790GX 128M ialah mobo dengan northbridge AMD 790GX dan southbridge SB750. Sebagai on board graphic, ditanamkan ATI HD3300 dengan max share memory hingga 512 MB dan onboard 128MB DDR2 Side-Port Memory yang berfungsi sebagai semacam buffer memory untuk onboard graphic.Berikut adalah daftar lengkap hardware yang digunakan dalam testing berikut ini:
- AMD Athlon X2 Dual Core 4800+
- Apacer DDR2 1GB PC6400 sebanyak 2 keping
- HardDisk Western Digital 80GB SATA2
- Power Supply eRO 480W dan VenomRX 400W
- Microsoft Windows XP Home Edition
- DirectX 9.0C redistribute Nopember 2008.
- Driver ATI Catalyst 9.1 (29 Jan 2009)
- 3D Mark06 versi 1.1.0 with HotFix Feb2008.
- Need For Speed: Undercover
- Call of Duty 4: Modern Warfare
- Left 4 Dead
Testing dimulai dengan melakukan pengujian dengan 3D Mark06. Adapun parameter yang digunakan ialah sebagai berikut:
- Resolusi 1024 x 768
- Anti-Aliasing: none
- Texture Filtering: optimal
Dari hasil sementara ini, tampak jelas bahwa TA790GX jelas unggul jauh sekali dibandingkan dengan TA690G. Bahkan, dapat dilihat bahwa TA690G sama sekali tidak dapat menjalankan test SM3.0, padahal ini adalah mutlak untuk tuntutan dari game-game 3D saat ini.
Pengujian kedua dilakukan dengan mencoba menjalankan game Need For Speed: Undercover pada kedua mobo ini. Game NFS ini memiliki keunggulan di dalam mendeteksi kemampuan hardware saat loading awal game. Sehingga dengan demikian, game dipastikan selalu dapat dijalankan dengan mulus (frame rate per second >30), walaupun harus mengorbankan kualitas grafis dari game ini.Secara mengejutkan, NFS dapat diload dengan mulus dan lancar di TA690G. Tetapi, berikutnya sungguh mengejutkan dan mengecewakan, yakni tampilan grafis game NFS dikorbankan habis-habisan untuk mengejar fps dari game ini. Sehingga game NFS tampil seperti game jadul, karena seluruh setting grafis yang ada di arahkan ke setting low atau off.
Sedangkan pada TA790GX, grafis game ini sudah mulai dapat dinikmati (walau masih belum optimal). Tampaknya secara otomatis, engine NFS telah dapat mendeteksi bahwa HD3300 sudah cukup powerfull untuk menjalankan NFS pada setting medium to low.
Detail autodetect setting dari engine NFS, dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Pada TA790GX, game NFS jauh lebih nyaman apabila dimainkan dengan tidak mengikuti auto detect setting. Tetapi disarankan untuk mengubah settingnya seperti pada tabel custom. Fps dari game NFS tetap terjaga dan grafis jauh lebih dapat dinikmati keindahannya. Jadi bisa ditarik keseimpulan sementara, bahwa TA790GX layak untuk digunakan memainkan NFS: Undercover.
Game kedua yang saya uji ialah Call of Duty 4 atau yang biasa disingkat dengan CoD4. Game First Person Shooting ini, selama 2 tahun terakhir ini telah cukup populer di kalangan gamer di Indonesia. Tabel di bawah ini menunjukkan hasil pengujian yang telah saya lakukan.
Dari data-data diatas, langsung bisa ditebak, bahwa TA690G, walaupun mampu digunakan untuk memainkan CoD4, tetapi kurang nyaman untuk dimainkan. Karena dengan frame rate hanya mencapai 9-10 frame per second (fps), gerakan-gerakan akan terasa sedikit mengalami freeze.Sedangkan TA790GX dapat dikategorikan telah mampu digunakan untuk memainkan CoD4. Sebagai informasi, apabila frame rate rata-rata telah lebih dari 21 fps, maka game sudah dapat dimainkan dengan nyaman. Maka karena TA790GX dapat mencapai frame rate 24-26 fps, memang benar bahwa game CoD4 telah dapat dimainkan dengan mulus. Walau dengan kualitas grafis dalam posisi low, game CoD4 ini telah cukup dapat dinikmati (berbeda dengan kondisi low setting di NFS, dimana setting low menyebabkan tampilan grafis seperti game jadul). Karena game First Shooting Person, lebih mengutamakan kecepatan gerakan dan direct action, maka kualitas grafis tidak seberapa mengganggu apabila dibandingkan dengan di NFS.
Game ketiga yang diuji ialah Left 4 Dead. Game yang menggunakan engine HalfLife 2 ini benar-benar fresh, karena baru resmi dirilis Nopember 2008 kemarin. Tetapi walaupun masih terhitung baru, tanggapan online gamers di Indonesia sangat antusias. Genre yang diusung ialah First Person Shooting antara human vs zombie.Pengujian yang dilakukan, sengaja dipilih dalam map-map yang outdoor. Hal ini dengan pertimbangan bahwa di lingkungan outdoor, lebih banyak poligon dan texture yang harus di render, yaitu dengan keberadaan lingkungan yang dipenuhi dengan pohon-pohon, batu-batuan, dan sebagainya. Dibandingkan dengan indoor, dimana obyek lebih dominan dinding dan perabot, sehingga poligon dan texture jauh lebh sedikit. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tampak bahwa TA690G menampilkan kualitas yang sama seperti pada pengujian dengan CoD4. Jadi kesimpulan yang didapat pun, sama dengan kesimpulan seperti pada uji coba dengan CoD4.Sedangkan untuk TA790GX, dengan setting grafis low, game telah dapat dimainkan dengan sangat-sangat mulus. Lancar sekali. Tetapi, saat setting grafis dinaikkan ke setting medium dan Anti-Aliasing di set 2x, game L4D mengalami penurunan frame rate. Tetapi hasil yang di dapat ini sebenarnya masih dalam kategori cukup nyaman untuk dimainkan.
Sebagai dasar kesimpulan, TA690G dan TA790GX 128M, ternyata merupakan mobo yang telah merubah image kebanyakan orang, yaitu bahwa mobo dengan VGA on board, sama sekali tidak dapat digunakan untuk memainkan game. Kedua mobo ini, ternyata mampu untuk dipakai ber-gaming.
Khusus untuk TA790GX 128M, adanya memory on board 128MB DDR2 Side-Port Memory, ternyata benar-benar efektif mendongkrak performance grafis dari board ini.
Berikut ini beberapa point kesimpulan dari saya:
- Apabila budget terbatas, TA690G dengan harga
hardware requirement yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan 3 game yang telah saya uji coba di atas. - Sedangkan kelak apabila telah tersedia tambahan budget, TA690G dapat dipasangi VGA dedicated dengan mudah. Karena mobo ini telah menyediakan slot PCIe kosong. Jadi dengan kata lain, performance grafis dari mobo TA690G ini masih upgradeable.
- TA790GX 128M adalah pilihan yang baik untuk investasi jangka panjang. Karena mobo ini telah dapat digunakan untuk memainkan dengan cukup nyaman game-game online yang disediakan oleh private server seperti CoD4 dan L4D. Kelak...jika tuntutan grafis telah semakin berat, sebuah VGA dedicated dapat ditancapkan.
- Untuk TA790GX, VGA dedicated yang ditancapkan dapat menjadi lebih powerfull. Yakni apabila fitur ATI Hybrid CrossFireX diaktifkan. Sehingga dengan demikian, VGA dedicated akan langsung bekerjasama dengan on board HD3300. Syaratnya ialah VGA dedicated ini juga harus merupakan produk dengan chipset ATI Radeon. Detail lengkap mengenai teknologi ATI Hybrid CrossFireX dapat dibaca disini.
- Fitur ATI Hybrid CrossFireX, hanya dapat dijalankan pada Microsoft Windows Vista dengan DirectX 10. Masalahnya bagi pengusaha gamenet atau warnet, pada saat tulisan ini dibuat, Windows Vista masih belum dapat digunakan untuk mengurus dokumen MSRA (Microsoft Rental Agreement) yang merupakan syarat legalitas sebuah gamenet atau warnet. Tetapi kelak, jika memang Windows XP benar-benar dihentikan support nya, peraturan ini akan berubah.
- Mobo TA790GX menuntut penggunaan daya listrik yang besar, apabila dibandingkan dengan TA690G. Pada awal pengujian, kedua mobo ini semuanya menggunakan Power Supply kelas ekonomis merk eRO 480W. Tetapi setelah TA790GX menyala lebih dari 20 menit, tiba-tiba padam dengan sendirinya. Jelas merupakan tanda-tanda kekurangan daya. Setelah dipasangi dengan Power Supply kelas premium merk VenomRX 400W, mobo TA790GX dapat kembali berfungsi dengan normal tanpa ada gangguan apapun hingga pengujian berakhir. Berarti TA790GX secara investasi jelas membutuhkan budget extra untuk membeli power supply kelas premium. Apakah hal ini berkaitan dengan on board HD3300, dimana bahwa HD seri 3 lebih boros daya (apabila dibandingkan dengan HD seri 4), sampai tulisan ini saya buat, saya belum menemukan referensi mengenai hal ini.
- Northbridge dari TA790GX yang dipasangi Heatsink besar, ternyata menghasilkan panas >50 derajat. Saran saya, apabila digunakan untuk gamenet atau warnet, sebaiknya ditambahkan extra fan pada Heatsink ini. Sehingga dapat menambah durability atau umur keawetan dari mobo ini, mengingat pemakaian di gamenet atau warnet yang nyaris nonstop.
Akhir kata, testing dari 2 mobo keluaran Biostar yang berbasis chipset AMD/ATI ini dapat terlaksana berkat kebaikan hati Bpk. Aris dari Citrajaya Computer yang telah bersedia meminjamkan kedua hardware tersebut. Terima kasih.



