Thursday, October 23, 2008

View Hardware Specs on Ubuntu via CLI

Salah satu kesulitan jika memakai Ubuntu versi Server Edition ialah apabila hendak melihat spesifikasi dari hardware yg kita gunakan. Nah, ternyata ada command yang bisa dipakai untuk melihat spesifikasi hardware ini, hingga secara detail. Cukup ketikkan:
sudo lshw
maka seluruh hardware yang terpasang akan di scan dan di outputkan via command line interfaces (cli).
Tetapi terkadang, spesifikasi ini demikian detail hingga terlalu panjang untuk dilihat semua. Nah, ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini.
  • Cara pertama, ialah dengan menampilkan spesifikasi tanpa detail sama sekali. Untuk ini, gunakan perintah berikut:
sudo lshw -short
  • Cara kedua: ialah dengan menampilkan spesifikasi dengan output ke file .html untuk dapat dilihat dengan browser. Tentu saja file .html ini harus dicopy keluar terlebih dahulu dari server ke komputer lain agar bisa dilihat. Atau diletakkan sementara dalam apache, jika ada.
sudo lshw -html > nama_file.html
  • Cara ketiga: ialah dengan melakukan view berdasar kategori class dari spesifikasi hardware. Jadi dengan demikian, info yang didapat tetap detail dan dapat ditampilkan dengan tuntas. Gunakan perintah berikut:
sudo lshw -C nama_class
contoh:
sudo lshw -C cpu -> untuk menampilkan info detail processor
sudo lshw -C disk -> untuk menampilkan info detail harddisk
Mudah sekali bukan....

Friday, October 17, 2008

Ganti port ssh server

Dah lama juga aku gak nulis-nulis di sini.
Background problem:
Port standar dari ssh, yaitu port 22, setahuku selalu menjadi sasaran serangan bagi server-server yang goes online. Selain itu, jika punya lebih dari satu server di belakang firewall, tentu susah juga mengatur tunelling masing-masing server jika memakai port ssh standar.
Solusi problem:
Server yang dipakai ialah Ubuntu Server 8.04 Gutsy Gibbon. Setting ssh server atau ssh daemon, dalam ubuntu server disimpan di lokasi berikut:
/etc/ssh/sshd_config

Setelah merubah port ke port yang tidak terpakai oleh program lain, ssh daemon perlu di restart dengan perintah:
/etc/init.d/ssh restart

Langkah terakhir, yaitu melakukan port forwarding dari ipcop firewall untuk port ini, ke server yang dituju. Tidak perlu membuka external access untuk port ini. Karena external access hanya perlu dilakukan jika akses yang dituju ialah ke ipcop nya sendiri. Sedangkan dalam kasus ini, port ini ditujukan ke server yang ada di belakang ipcop firewall.
That's it.