Today, aku menerima file game yang dicompress dengan menggunakan format .rar dengan self extract archievement dan di split menjadi 7 tujuh files dengan masing-masing sebesar 200MB. Tampaknya file ini dicompress dengan rasio yang sangat tinggi, ini bisa diduga saat file ini dibuka, membutuhkan waktu lumayan lama, sekitar 1 menit baru terbuka semua susunan nya.
Seperti biasa, aku menggunakan software WinRAR untuk mendeteksi apakah file kompresi ini 100% tanpa error. Waktu pertama kali dibuka, dan klik tombol test, dari output pemeriksaan, ternyata benar-benar 100% tanpa error. Lega dech....
Nah, kemudian siangnya, waktu aku dah mulai senggang, aku coba untuk buka dan extract file ini. Eh....ternyata terdeteksi file archieve ke 2 error. Kucoba untuk ignore, lalu kulanjutkan proses extact, malah file archieve ke 4 contain error juga. Kucoba dech untuk restart komputer, karena siapa tahu, dengan posisi windows fresh, karena siapa tahu ini akibat windows sudah terlalu berat loadnya. Setelah restrart, malah ternyata file archieve yang error ganti, jadi file ke 3 dan ke 5. Ini sungguh aneh, kan awalnya tidak ada error, lalu tahu-tahu muncul error, setelah diulang, malah errornya ganti. Ada yang aneh ini.....
Lalu aku mencoba membuka .rar archieve ini dengan menggunakan software lain. Kupilih menggunakan 7zip, sebuah produk yang cukup populer di luar negeri untuk menangani segala macam file archievement. Tambahan info, produk ini merupakan software open source, alias free software. Kucoba mengulangi untuk melakukan test archievement dahulu. Ternyata info yang ditampilkan lebih lengkap dibandingkan dengan WinRAR, mulai dari estimated time, compression ratio (yang ternyata mencapai 47%...wew), total size, compression size, dsb. Hasilnya ialah bebas error 100%. Langsung aja kucoba untuk mulai ekstract. Ternyata berhasil ekstract 100% tanpa error.
Kesimpulan, ternyata algoritma dari WinRAR kalah powerful jika dibandingkan dengan 7zip, saat menangani file dengan kompresi tinggi. Sayangnya, aku tidak sempat melakukan perbandingan kecepatan waktu ekstraksi.
Ternyata, software open source lebih powerfull loh...
Seperti biasa, aku menggunakan software WinRAR untuk mendeteksi apakah file kompresi ini 100% tanpa error. Waktu pertama kali dibuka, dan klik tombol test, dari output pemeriksaan, ternyata benar-benar 100% tanpa error. Lega dech....Nah, kemudian siangnya, waktu aku dah mulai senggang, aku coba untuk buka dan extract file ini. Eh....ternyata terdeteksi file archieve ke 2 error. Kucoba untuk ignore, lalu kulanjutkan proses extact, malah file archieve ke 4 contain error juga. Kucoba dech untuk restart komputer, karena siapa tahu, dengan posisi windows fresh, karena siapa tahu ini akibat windows sudah terlalu berat loadnya. Setelah restrart, malah ternyata file archieve yang error ganti, jadi file ke 3 dan ke 5. Ini sungguh aneh, kan awalnya tidak ada error, lalu tahu-tahu muncul error, setelah diulang, malah errornya ganti. Ada yang aneh ini.....
Lalu aku mencoba membuka .rar archieve ini dengan menggunakan software lain. Kupilih menggunakan 7zip, sebuah produk yang cukup populer di luar negeri untuk menangani segala macam file archievement. Tambahan info, produk ini merupakan software open source, alias free software. Kucoba mengulangi untuk melakukan test archievement dahulu. Ternyata info yang ditampilkan lebih lengkap dibandingkan dengan WinRAR, mulai dari estimated time, compression ratio (yang ternyata mencapai 47%...wew), total size, compression size, dsb. Hasilnya ialah bebas error 100%. Langsung aja kucoba untuk mulai ekstract. Ternyata berhasil ekstract 100% tanpa error.Kesimpulan, ternyata algoritma dari WinRAR kalah powerful jika dibandingkan dengan 7zip, saat menangani file dengan kompresi tinggi. Sayangnya, aku tidak sempat melakukan perbandingan kecepatan waktu ekstraksi.
Ternyata, software open source lebih powerfull loh...




0 comments:
Post a Comment