Tuesday, August 5, 2008

Squid for FTP Traffic

Setelah beberapa hari tak tersentuh, project untuk membuat cache dari file-file patch game online berlanjut hari ini. Salah satu kendala saat ini, ialah beberapa layanan sistem patching ini menggunakan protocol FTP. Hal ini terdeteksi dari router, yaitu bahwa saat proses patching berjalan, connection establish pada port 21, yaitu port untuk FTP.
Nah, karena proses ini patching ini berjalan secara in background, maka aku perlu melakukan snifing untuk mengetahui ke arah mana proses ini berjalan, dan file-file apa saja yang diambil. Untuk proses snifing, aku memakai program classic, yaitu ethereal.
Setelah data-data terkumpul via snifing, yaitu ip address dari FTP server yang dituju, lengkap dengan jenis-jenis file yang di download untuk proses patch ini, maka aku mulai kembali untuk menata scripting dari update-accelerator.
Tetapi, ternyata setelah data-data tersebut aku implementasikan ke script update-accelerator, ternyata, tetap saja file-file patch ini gagal di cache. Waduh......apa yang salah yach...???
Lalu kucoba untuk mengintip log file dari squid. Karena bagaimanapun, proses cache ini kan berbasis atas deteksi dari traffic yang lewat dan dimonitor oleh system proxy, yang dalam hal ini ialah berbasis squid versi 2.6.STABLE17.
Setelah membaca ratusan baris dari log file yang ada, ternyata tak ada satupun traffic FTP yang berhasil dipantau oleh squid. Timbul pertanyaan....mengapa???
Setelah googling sejenak, kutemukan jawabannya pada miniHowTo dari Squid, yaitu ialah karena aku menggunakan sistem transparent proxy. Ternyata sistem transparent proxy memang tidak mampu meng-capture traffic FTP.
Segera saja kumatikan sistem transparent proxy yang ada pada router, dan kemudian aku melakukan setting manual pada web browserku untuk konfigurasi proxy. Langsung kucoba untuk membuka web browser dan mendownload sembarang file dari sembarang FTP server. Saat kuintip di log dari squid, dan olala.....ternyata traffic FTP sudah nongol di log file. Duh lega rasanya.
Langsung kucoba ulang dengan melakukan download salah satu file patch milik online game via web browser, dimana yang telah kucoba kumasukkan di script update-accelerator. Ternyata file ini dapat di cache pula dengan baik. File ini dapat muncul dengan sempurna di daftar file-file hasil cache dari update-accelerator pula.
Tapi saat kucoba untuk melakukan patching dari game online tersebut......wele-wele.....ternyata tetap saja tidak ada file yang berhasil di cache. Saat kucoba untuk mengintip lagi file log dari squid, ternyata juga tak terdeteksi traffic FTP apapun di log file ini. Duh...apa lagi yang salah ya???
Tampaknya, kesimpulan sementara, ialah squid hanya mampu mendeteksi traffic FTP yang dilakukan via web browser, bukan traffic via direct FTP. Nah sepertinya proses patching dari game online ini menggunakan proses direct FTP, bukan proses FTP di atas HTTP. Sehingga dengan demikian prosesnya tidak ada yang terdeteksi oleh squid. Entah benar atau salah kesimpulanku ini????


Socializer Widget By Blogger Yard
SOCIALIZE IT →
FOLLOW US →
SHARE IT →

1 comments:

Justin said...

oh, kayaknya itu masalah NAT, jadi user akan selalu bisa tembus router langsung ke Internet. Kalau NAT (atau MASQUERADE) dimatikan maka user bisa dengan terpaksa menggunakan proxy.